Minggu, 28 Februari 2016

Kekuatan 55

"Kekuatan? 55!"
Itulah kata-kata yang selalu teringat dalam pikiran gue ketika mendengar kata TNI. Gue mau cerita kejadian beberapa bulan yang lalu, ketika gue sedang Camping Pendidikan Dasar (CPD) Pramuka dari sekolah. Kegiatan CPD saat itu dilakukan di Pusdiklat Paskhas TNI AU, yang berada di Lanud Sulaiman Bandung. Pernah ngerasain gimana kehidupan militer? Oke gue akan share apa aja yang gue dapet dari sana.

Yang pertama gue mau ceritain dulu dari awal. Saat itu semua siswa dihimbau untuk datang ke sekolah jam 7. Dan saat sampai ternyata gak langsung berangkat, kita ngobrol-ngobrol dulu sampai kira-kira jam 8 datanglah truk TNI dan kita semua disuruh baris oleh guru. Setelah baris kita melakukan pembagian kompi sesuai kelas. Dan setelah pembagian kompi kita dipanggil satu-satu untuk naik truk TNI. Lalu kita semua berangkat dari sekolah sekitar jam 9 pagi menuju Lanud Sulaiman dengan menaiki truk TNI yang keren banget.
Seperti inilah kira-kira truknya

Saat dalam perjalanan gue udah berasa kaya prajurit yang mau perang di game Call of Duty. Seru banget pokoknya, kita didalem becanda-becanda, liat orang-orang di jalan, tidur, dll. Perjalanannya gak lama, hanya memakan waktu sekitar kurang lebih 45 menit untuk sampai tujuan, itupun karena dikawal oleh polisi. Setelah sampai disana, perasaan gak enak mulai muncul. Kita semua disuruh baris lagi oleh para TNI di lapangan yang ada disana. Dan sialnya, kita malah dibagi lagi kompi oleh para TNI itu, jadi ada sebagian anak kelas gue yang misah. Ya, kita jadi terpecah-pecah. Setelah dibagi kompi, kita dibagi lagi menjadi pleton (lebih sedikit dari kompi). Gue bersama temen gue mendapat kompi C, pleton 3.

Setelah baris lama-lama akhirnya kita langsung berangkat menuju Pusdiklat Paskhas dengan berjalan kaki. Ya, awalnya memang gak begitu menegangkan, namun semua berubah ketika negara api menyerang para pelatih (TNI) memerintahkan kita untuk jalan bebek yang diiringi dengan menyanyikan lagu wajib Padamu Negeri. Ya, gue tersiksa banget dengan itu. Setelah itu gue diperintah untuk mencium bendera Merah Putih, yang sebelumnya dicium oleh orang lain. Tapi untungnya bendera itu gak gue cium karena gue gak tau. Ya lo tau lah bekas dicium puluhan orang.

Setelah itu kita berjalan lagi menuju barak disana. Kita baris dibawah teriknya panas matahari, yang gue pikir saat itu waktu udah berjalan cukup panjang. Namun, saat gue tanya jam berapa, ternyata masih jam 11 siang. Ya, saat itu waktu terasa sangat lama. Oke gue hanya bisa pasrah sambil berdoa semoga waktu berjalan lebih cepat. Akhirnya kita (siswa laki-laki) ditempatkan di aula untuk tempat istirahatnya. Sedangakan siswa perempuan ditempatkan di barak. Kita istirahat disana kira-kira selama 30 menit, lalu setelah itu kita makan dengan nasi bungkus Paskhas yang rasanya hambar, dan makannya pun ada aturannya yang ngeselin.

Kegiatan selanjutnya itu adalah apel pembukaan. Setelah apel, dilanjutkan dengan Peraturan Baris Berbaris (PBB), dan berlangsung selama lebih dari 2 jam. Gue dijemur selama 2 jam disana sampe muka gue merah banget. Setelah itu ada kegiatan seperti PMR yang namanya itu gue lupa lagi (kita sebut saja kegiatan PMR) yang untungnya kegiatan itu dilakukan di aula, tapi bukan aula tempat istirahat tadi. Kegiatan itu berlangsung sekitar 1 jam. Setelah itu kita semua istirahat lagi selama 30 menit, dan makan tentunya, dengan nasi bungkus lagi. Dan sial pada saat malam itu, kita semua dimarahi oleh pelatih karena ada yang makan duluan. Karena aturan makan dalam TNI itu kalo makan harus barengan. Dan setelah itu dilanjutkan dengan baris lagi. Ya, TNI gak bosen-bosen nyuruh kita baris mulu.

Kegiatan dilanjutkan dengan api unggun. Biasa lah anak pramuka, wajib ada api unggun. Ada renungan juga, meskipun kesannya renungan yang gak nyentuh hati sama sekali menurut gue. Kita nyanyi-nyanyi lagu syukur sampai jam setengah 10 malam, gak ada kerjaan banget sih kalo kata gue. Oke, akhirnya kita bisa seneng-seneng di tempat istirahat, kita bagi-bagi makanan, minuman, seru-seruan, dll. Sayangnya dari awal kita gak diperbolehkan bawa hp. Jadi gak bisa foto-foto deh.

Di jadwalnya, kegiatan keesokan harinya dimulai pukul 4 pagi. Jadi kita siap-siap alarm dan saling membangunkan jam 3 pagi. Disaat gue tidur, tiba-tiba temen gue bangunin gue. Gue pikir udah jam 3, saat liat jam ternyata masih jam 1 malam. Ya gue tidur lagi lah. Dan akhirnya  jam 3, gue dibangunin oleh temen gue, dan buru-buru mandi, karena takut penuh kalo kelamaan. Dan untungnya masih kosong. Beneran kosong, kayanya yang bangun cuma gue dan temen-temen doang. Akhirnya kita semua mandi, dan gak lama kemudian ada beberapa anak datang dan mandi.

Setelah itu dilanjut dengan olahraga pagi selama 1 jam. Lalu setelah itu kita melaksanakan sholat shubuh. Setelah sholat shubuh, ternyata harusnya olahraga, karena udah jadi kita gak ada kegiatan. Yep, bisa ngobrol-ngobrol lagi. Hingga jam setengah 7 pagi, kita disuruh kumpul untuk makan pagi. Seperti biasa dengan nasi bungkus yang hambar rasanya. Dan lebih parahnya saat pagi itu kita hanya diberi waktu 5 menit untuk makan. Kampret abis pelatih. Setelah makan kita baris lagi, dan apes lagi, hampir setengahnya dari dihukum karena tidak menggunakan kacu. Kita dihukum dengan push up yang lama banget. Ya pokoknya tersiksa banget deh. Tapi gue masih bertahan.

Setelah itu dilanjutkan dengan games. Gamesnya macam outbound lah, seperti panjat tebing, naik perahu karet, dll. Kegiatan ini bener-bener menyenangkan sekaligus membosankan. Menyenangkan karena melihat orang-orang yang ketakutan, gak berhasil-berhasil, dan masih banyak lagi. Sedangkan membosankan karena ya begitu lah, malesin banget gamesnya. Tapi ada satu hal yang seru banget dalam games ini, yaitu balapan perahu karet, itu beneran seru banget. Dan untung games ini berlangsung sampai selesainya CPD. Yep, setelah semua game akhirnya kita kembali ke tempat istirahat dan persiapan untuk pulang. Setelah siap lalu kita semua kembali baris dan ditutup dengan kegiatan penutupan. Dengan ini selesailah CPD kita di Pusdiklat Paskhas TNI AU ini.

Oke, jadi itulah pengalaman gue ketika berada disana. Intinya kita diajari gimana agar bisa disiplin seperti TNI. Memang awal-awalnya bisa gue terapkan, tapi kesini-kesini gue malah biasa kaya dulu lagi. Ya, begitulah. Gue ngerasa aneh banget dengan postingan ini karena banyak kata Setelah, tapi ya gak apa-apa deh.

Makasih banyak buat kalian yang udah baca lama-lama. Maaf kalo kepanjangan. Semoga kalian bisa mengetahui dan mendapat gambaran gimana kehidupan militer kalo ikutan kegiatan CPD. Ya, jadi kalo ada kegiatan CPD jangan ikut. Enggak, gue becanda doang. Gue saranin sih kalian sebaiknya ikut kalo ada acara begini, karena pengalamannya itu yang sayang untuk kalian lewatkan.

Dan yang terakhir, apa yang gue rasakan (yang gak enak) disana gak ada apa-apanya dibandingkan dengan para prajurit TNI yang benar-benar merasakan gimana kerasnya kehidupan militer. Apalagi bila dibandingkan dengan para pahlawan kita. Gue berterimakasih kepada para pelatih. Pelatih Totok yang namanya masih gue ingat. Oke udah, segitu aja.

Kamis, 25 Februari 2016

Cerita Tentang Bisnis

Bisnis? pernah gak sih terbenak dalam pikiran lo kalo lo mau berbisnis suatu saat? Awalnya gue sendiri gak pernah kepikiran untuk berbisnis dari sejak kecil karena gue beneran gak berani (baca: malu) untuk berdagang. Tapi, sejak gue kelas 8 SMP gue mulai kepikiran buat mulai bisnis. Itupun bukan niat gue, melainkan niat temen gue yang pengen punya penghasilan sendiri dan gak mau terus merepotkan orang tua.

Saat itu gue bersama 6 temen gue kepikiran untuk berbisnis baju, semacam baju distro dengan label/merk kita sendiri. Kita patungan uang sebesar Rp.100.000 dan ada sebagian orang yang nyumbang lebih untuk modalnya. Karena tidak punya ilmu dan pengalaman, kita asal action langsung kumpulin duit dan beli baju polos. Hampir sebesar Rp.500.000 kita habiskan untuk membeli 1 lusin baju polos. Rencananya sisa uang akan kita gunakan untuk sablon baju. Untuk desain, gue sendiri yang desain dan udah punya banyak desain untuk kaos yang akan kita sablon. Nah alhasil karena kita asal action, akhirnya kita gagal karena baju polos tersebut gak bisa disablon sesuai yang kita mau karena untuk sablon tidak bisa menggunakan baju polos langsung, harus dari kain yang belum jadi kaos. Akhirnya apa? Baju polos itu gak bisa kita apa-apain melainkan dijual lagi. Tapi sayangnya gak ada yang berani jual langsung, kita cuma jual ke beberapa temen deket kita doang. Itupun tersisa masih banyak. Akhirnya baju itu kita bagi-bagi dan bisnis kita pun gagal.

Setelah kejadian itu gue gak berani lagi berbisnis karena takut rugi. Namun, setelah gue menginjak kelas X SMA, gue bersama teman-teman SMA pun punya rencana buat berbisnis lagi. Awalnya gue ragu-ragu, tapi karena temen-temen mengharapkan gue dan gue udah punya pengalaman dalam kesalahan berbisnis akhirnya gue gabung, dengan tujuan memperbaiki pola pikir gue tentang bisnis dan mencoba untuk berhasil dalam bisinis. Dan saat itupun gue berbagi pengalaman bisnis gue waktu di SMP. Karena dalam bisnis itu harus ada ilmunya, maka kita semua belajar dulu gimana caranya bisnis dengan baik dari buku, website, dll.

Jadi saat SMA ini gue gak langsung patungan duit seabrek kaya dulu, gue dan temen-temen mengumpulkan modal dengan menabung yang awalnya menabung sebesar Rp.5.000 per harinya. Jadi kita buat komitmen untuk menghemat agar modal terkumpul dengan cepat. Oh ya, btw kita yang berbisnis ini berjumlah 8 orang, dan kita berniat untuk berbisnis baju. Target awal kita adalah menabung sampai 2 bulan sehingga dapat terkumpul modal yang cukup besar. Setiap harinya kita rutin menabung, sampai akhirnya pada bulan kedua kita udah mulai nawar-nawar. Akhirnya program menabung kita di stop karena udah banyak yang gak bayar.

Tapi kita gak selesai disitu. Saat itu kita semua cari cara lain supaya dapat modal untuk memulai bisnis baju kita. Ada yang berpendapat untuk jualan makanan, ada yang berpendapat jualan merchendise SMA, bahkan ada yang berpendapat untuk bercocok tanam dan hasilnya dijual. Namun yang terpilih adalah pendapat gue, yaitu jualan merchendise SMA seperti stiker, gantungan kunci, dsb.

Karena gak berani langsung buat merchendise, akhirnya kita sepakat untuk membuat stiker kelas kita dulu buat coba-coba. Akhirnya kita pun langsung mendesain stiker dan mencari tempat pembuatan stiker terdekat. Setelah kita dapet tempat pembuatan stiker langsung aja kita buat stikernya disana. Gak disangka-sangka ternyata hasil printnya gak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Karena itu, yang awalnya kita memesan 6 lembar stiker kertas F4 kita batalkan dan hanya membuat 4 lembar (1 lembar F4=16 stiker). Semua itu dibayar dengan modal sebesar Rp.48.000.

Keesokan harinya, gue dan temen-temen langsung jual stikernya. Alhamdulillah, gak disangka-sangka lagi, ternyata stiker kita laku. Hingga beberapa hari kita sudah bisa mendapatkan uang sebesar Rp.1xx.xxx dari hasil penjualan stiker itu. Meskipun sedikit, tapi bila di perhitungkan maka keuntungan bisnis kita itu lebih dari 100%. Dan senangnya lagi, kita dapet orderan dari kelas tetangga yang pengen punya stiker kelas juga.

Seneng banget rasanya bisa dapet uang dari apa yang telah kita semua kerjakan. Dan kedepannya kita mau buat merchendise SMA, dan setelah terkumpul banyak maka kita akan memulai tujuan utama kita, yaitu berbisnis baju. 

Ya, hanya segitu aja cerita bisnis gue, masih cetek bangetkan. Maksudnya gue share cerita gue ini, gue mengajak lo semua untuk berani berwirausaha. Nah buat lo yang pengen mulai bisnis, jangan takut gagal. Dan buat yang gak berani berbisnis, lo harus pikir-pikir lagi deh.

Sedikit tips nih dari gue untuk pebisnis muda yang belum pernah sama sekali terjun ke dunia bisnis. Untuk bisnis awal, lo coba deh bisnis kecil-kecilan dulu, jangan langsung pengen punya brand kaya gue dulu waktu SMP, gagal kan. Jadi yang namanya bisnis itu harus merintis dulu. Dan untuk modal, usahakan jangan langsung keluarkan semua duit lo, apalagi minjem. Yang terbaik adalah lo menabung untuk modal itu agar ketika lo rugi, lo gak terlalu merasa terbebankan oleh kerugian itu. Dan inget, jangan asal action, karena kesalahan terbesar dalam berbisnis itu adalah asal action. "Udah langsung aja terjun, jangan banyak mikir kalo berbisnis" Itu adalah mindset asal action yang salah besar. Dan jangan lupa untuk berdoa, karena dengan doa semua akan dilancarkan oleh-Nya.

*Sebagian besar 'tips' diatas gue dapatkan dari buku-buku dan blog bisnis yang gue baca, bukan berdasarkan pengalaman gue.

Oke segitu aja yang bisa gue sampaikan. Terima kasih untuk yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca. Dan doakan semoga bisnis gue bersama temen gue bisa berjalan dengan lancar dan bisa sukses.

Kamis, 18 Februari 2016

Pengen Jadi Beatboxer

Dulu itu gue ini gak punya keahlian didalam bidang musik. Gue pernah belajar gitar, tapi cuma sebentar dan ditinggal sampe lupa kunci-kuncinya. Belajar bass, band nya bubar dan gak pernah latihan lagi. Kalo nyanyi suara gue gak banget. Dulu gue gak kepikiran lagi buat menekuni bidang musik karena selalu gagal. Sampe saat gue kelas 9 tahun lalu, gue ngeliat beatboxer di acara TV. Gue tertarik banget karena beatbox itu jarang banget ada yang bisa. Kalo gitar banyak, beatbox masih jarang banget. Gue baru share sekarang karena skill beatbox gue sekarang gak amatir amat kaya dulu.

Saat di acara TV yang gue liat itu, yang tampil adalah Jakarta Beatbox. Mungkin udah banyak yang tau siapa Jakarta Beatbox itu. Setelah kepikiran untuk belajar beatbox, gue langsung buka yutup dan cari tutorial beatbox. Beruntung sekali gue karena tutorial yang gue dapet langsung dari Jakarta Beatbox itu sendiri. Akhirnya gue tonton dan didownload sekalian.

Gue tonton tutorial pertama, yaitu basic dalam beatbox. Basic dalam beatbox terdengar mudah karena cuma nyebut huruf B, T, K tanpa vokal. Kalo dalam drum B=Kick, T=HH, K=Snare. Tapi ternyata gak semudah yang gue bayangkan terutama pas huruf K. Sampe 1 bulan bahkan lebih gue masih belajar cara menyebutkan huruf B T K dengan benar, dan akhirnya gue bisa. Yup! dalam 1 bulan ternyata gue hanya bisa menguasai 1 tutorial. Tapi, tanpa gue sadari ternyata dari basic beatbox, gue bisa membuat beat sederhana yang enak didengar dan bisa gue masukan ke lagu yang slow.

Masih belum puas, akhirnya gue melanjutkan untuk belajar pattern beatbox lainnya. Kalo kalian belum tau, beatbox itu gak cuma menirukan suara drum aja, ada suara alat musik lain seperti terompet, gitar, bass, saxophone dan alat musik lainnya, ada juga sound effect seperti siren, robot sound, dan lainnya. Jadi beatbox itu sebenernya gak perlu bantuan alat musik lain. Bagi beatboxer semua instrumen ada di mulut.

Balik lagi, jadi gue belajar step by step dari yang mudah-mudah. Dan akhirnya sampe sekarang gue udah bisa menguasai banyak pattern, terutama pattern dalam drum. Kalo sound effect dan suara alat musik lain gak terlalu banyak menguasai. Akhirnya skill gue udah bisa ditampilkan. Untuk pertama kalinya gue menampilkan skill beatbox gue di depan temen-temen kelas. Ya biarpun hanya temen-temen kelas setidaknya skill gue bisa tunjukkan. Soalnya dari dulu gue latihan sendiri dan belum pernah ditampilkan ke temen sama sekali.

Gue tampil karena disuruh praktek musik oleh guru senbud gue. Dan gue seneng karena untuk pertama kalinya bisa menampilkan skill musik gue. Gue menampilkan beatbox gue didepan temen-temen dengan memainkan lagu Ten 2 Five - I Will Fly sambil diiringi oleh gitar dan dibantu oleh 2 temen beatboxer gue juga. Sebenarnya kejadian itu sudah lama berlalu, mungkin sekitar 3 bulan yang lalu.


Setelah itu gue dan temen beatbox kelas gue berencana membuat komunitas beatbox sendiri. Akhirnya kita buat namanya BBOX CREW, dengan anggota awal hanya 3 orang. Karena kekurangan anggota dan gak ada beatboxer lagi, akhirnya kita mengajak beberapa temen sekelas untuk masuk komunitas kita dan mengajarkan beatbox. Akhirnya mereka mau dan bertambahlah anggota sampe 8 orang. Tapi sayang, kita gak konsisten dan akhirnya bubar gak jelas.

Dan akhirnya karena males, skill beatbox gue gak meningkat sampe beberapa bulan terakhir. Dan mulai sekarang gue mulai belajar lagi. Doakan gue semoga gue konsisten dan bisa menjadi beatboxer pro. Buat kalian yang penasaran beatbox sebenernya kaya apa, coba search "Tom Thum" di youtube dan tonton videonya. Dia itu beatboxer asal Australia dan menurut gue dia beatboxer paling keren. Kalo di Indonesia ada bang Billy Beatbox, bang Gazelle, dan masih banyak lagi. Dan buat yang mau belajar, coba aja liat tutorial dari abang-abang Jakarta Beatbox. Gue juga berterimakasih sebesar-besarnya kepada Jakarta Beatbox karena secara tidak langsung telah mengajari gue ilmu beatboxnya.

Oke sekian dulu curhatan gue. Makasih banyak buat yang udah meluangkan waktunya buat baca, semoga bermanfaat. Oh ya, kalo kalian beatboxer juga, boleh dong saling sharing ilmu beatboxnya wkwkwk.

Sabtu, 13 Februari 2016

ITB Day 2016


Hari minggu kemarin tepatnya pada tanggal 7 Februari 2016, gue bareng temen-temen gue pergi ke Institut Teknologi Bandung (ITB) karena disana ada acara ITB Day. Setiap tahun ITB selalu mengadakan acara AMI (Aku Masuk ITB). Isinya banyak, mulai dari seminar, tour lab, dll. Tujuan gue sama temen-temen kesana adalah untuk ikutan seminar. Seminar disana isinya adalah gimana kehidupan mahasiswa ITB, cara masuk, dan motivasi. Jadi gue mau share apa aja yang gue dapet dari seminar itu.


Yang pertama gue mau kasih tau sejarah singkat ITB dulu. Pada awalnya ITB bernama De Techniche Hoogeschool te Bandung (THS) yang didirikan oleh Belanda dengan maksud memenuhi kebutuhan tenaga teknik Belanda. THS ini berdiri tanggal 3 Juli 1920, dengan satu fakultas yaitu de Faculteit van Technische Watenschap. Pada masa penjajahan Jepang, THS diubah menjadi Bandung Kogyou Daigaku. Setelah kemerdekaan Indonesia namanya diubah menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT). Lalu setelah itu pemerintah Indonesia yaitu Ir.Soekarno meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung pada tanggal 21 Juni 1946. Untuk saat ini ITB sendiri memiliki 2 lokasi berbeda, yang pertama berada di jalan Ganeca no.10 Bandung sebagai pusatnya dan yang kedua berada di Jatinangor.

Pada saat seminar kehidupan mahasiswa ITB, ada 2 orang pembicara. Gue dikasih gambaran gimana kehidupan mahasiswa ITB itu. Untuk kehidupan mahasiswa terdapat 3 pilihan dan lo harus memilih satu saja. Yang pertama, akademik baik, sosial baik, tapi tidur kurang. Yang kedua, akademik baik, tidur baik, tapi sosial kurang. Dan yang terakhir sosial baik, tidur baik, tapi akademik kurang. Lo harus milih salah satu dari 3 pilihan itu supaya lo bisa survive di ITB. 

Nah, salah satu pembicara disana adalah peraih Ganesha Prize (atau gampangnya disebut juara umum, tapi lebih dari itu), dia bilang yang terbaik adalah pilihan pertama yaitu akademik baik, sosial baik, tapi tidur kurang. Bisa lo bayangin dia cuma tidur 4-5 jam sehari. Dia rela mengorbankan istirahat (istirahat disini adalah tidur) agar dia bisa sukses meraih Ganesha Prize, dia aktif di ekskul, himpunan mahasiswa, dll. Karena syarat untuk bisa meraih Ganesha Prize itu gak cuma akademik yang baik ,tapi sosial pun harus baik. Nah jadi rutinitas mahasiswa itu padat banget, gak cuma akademik yang berat tapi kegiatan sosialnya pun gak kalah berat. Tapi kalo lo tangguh dan punya motivasi tinggi, gue yakin pasti bisa survive disana. Karena kalo mau sukses di ITB lo harus punya akademik dan sosial yang baik. Anak ITB gak cukup dengan akademik doang.

Btw apa itu Ganesha Prize? Ya, seperti yang gue sebutin tadi, mirip seperti juara umum kalo di sekolah tapi lebih dari itu. Dan lo tau hadiahnya apa? Hadiahnya itu jalan-jalan ke Belanda selama 3 bulan dan melakukan research disana. Gratis, semua biayanya gratis termasuk uang saku. Dan yang biayain itu semua ternyata adalah pemerintah Belanda. Keren kan, gak cuma di Belanda aja, lo juga bisa keliling Eropa kalo mau.

Untuk wadah bagi yang dapat menjadi keluh kesah mahasiswa, terdapat Paguyuban. Paguyuban adalah persekutuan mahasiswa dari daerah tertentu. Nah bisa dibilang ini adalah wadah bagi anak rantau. Ada banyak banget paguyuban di ITB mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara.

Nah sekarang cara masuk ITB. Di ITB, hanya ada 2 jalur masuk yaitu SNMPTN dan SBMPTN. Untuk jalur mandiri di ITB sendiri sudah gak ada sejak 6 tahun terakhir. Kuota untuk SNMPTN sebesar 60% sedangkan 40% sisanya untuk SBMPTN. Untuk SNMPTN di ITB sebanyak 11 fakultas/sekolah dari SMA/MA jurusan MIA , diantaranya FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), FTMD (Fakultas Teknik Mesin dan Kedirgantaraan), STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika), FTI (Fakultas Teknik Industri), FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan), SAPPK (Sekolah Arsitektur,Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan), FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan), FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain), SF (Sekolah Farmasi), FITB (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian) dan FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan). Dan ada 2 fakultas/sekolah untuk jurusan IIS yaitu FSRD, dan SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen). Untuk jurusan di setiap fakultas/sekolah bisa dilihat disini. Hingga saat ini ITB telah memiliki 10 program studi yang terakreditasi secara internasional dari berbagai lembaga akreditasi internasional seperti ABET, AUN-QA, RSC, KAAB.

Untuk beasiswa, ITB sendiri membuka banyak jenis beasiswa. Mulai dari beasiswa bidik misi, beasiswa pemprov, beasiswa afirmasi, PPA, BBM, beasiswa perusahaan, beasiswa dari Ikatan alumni (IA) dan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM). 73% dari seluruh mahasiswa menerima beasiswa. Lebih dari 20% mahasiswa ITB menerima beasiswa penuh. Gak ada satupun mahasiswa di ITB yang dikeluarkan hanya karena biaya. Jadi jangan takut masalah biaya bila berkuliah di ITB.

Setelah masuk ITB, akan ada masa yang namanya Tahap Persiapan Bersama (TPB). TPB ini dilakukan selama 2 semester pada tahun pertama berkuliah. Jadi sebelum memilih jurusan di setiap fakultas/sekolah, semua mahasiswa memiliki mata kuliah yang sama pada masa TPB ini. Lalu pada semester 3 mahasiswa bisa masuk ke jurusan. Untuk masa kuliah hingga sarjana di ITB sama seperti di universitas lain yaitu selama 4 tahun. Sedangkan masa maksimal untuk sarjana di ITB adalah selama 6 tahun.
Kalo buat motivasi masuk ITB, lo bisa buat sendiri. Semakin besar alasan lo buat masuk ITB maka akan semakin besar motivasi lo itu. Oke segitu aja yang bisa gue share, buat yang mau masuk ITB semoga bermanfaat dan semoga bisa masuk. Buat yang gak mau masuk ITB pun bisa dishare ke temennya yang mau masuk ITB biar bermanfaat. Sekian dan terima kasih. Oh ya, satu lagi bonus dari gue.

"Saat bermimpi, orang-orang meragukan. Saat berhasil, orang bilang kita beruntung. Saat gagal, mereka pun tidak membantu. Jadi percayalah pada diri anda sendiri"  -Bong Chandra